Kamis, 21 Maret 2013

A. Model-model Pengembangan Kurikulum

A.  Model-model Pengembangan Kurikulum


1.    Model Administratif ( Dari atas ke bawah )

Langkah-langkah :

a.    Atasan membentuk tim, terdiri atas para pejabat teras yang berwenang.
b.    Tim merencanakan konsep rumusan tujuan umum dan rumusan falsafah yang diikuti.
c.    Dibentuk beberapa kelompok kerja.
d.    Hasil kerja dari butir 3 direvisi atas dasar pengalaman atau hasil dari try out.
e.    Setelah try out, kurikulum tersebut diimplementasikan.

2.  Model dari bawah ( Grass-Roots )

Langkah-langkah :

a.    Inisiatif pengembangan datangnya dari bawah.
b.    Tim pengajar dari beberapa sekolah ditambah narasumber lain.
c.    Atasan memberikan bimbingan dan dorongan.
d.    Untuk pemantapan, diadakan lokakarya.

3.  Model  Demonstrasi

Langkah-langkah :

a.    Staf pengajar sekolah menemukan ide, dan hasilnya dinilai baik.
b.    Kemudian hasilnya disebarluaskan di sekolah sekitar.


4.  Model Beauchamp

Langkah-langkah :

a.    Gagasan pengembangan kurikulum yang telah dilaksanakan di kelas, diperluas di sekolah, disebarluaskan di sekolah-sekolah baik berskala regional maupun rasional disebut arena.
b.    Membentuk tim pengembang.
c.    Tim menyusun tujuan pengajaran, materi, dan pelaksanaan proses belajar mengajar.
d.    Melaksanakan kurikulum di sekolah.
e.    Mengevaluasi kurikulum yang berlaku.

5.  Model Terbalik Hilda Taba

Langkah-langkah :

a.    Mendiagnosis kebutuhan, merumuskan tujuan, menentukan materi, menentukan penilaian, memperhatikan antara luas dan dalamnya bahan, kemudian disusunlah suatu unit kurikulum.
b.    Mengadakan try out.
c.    Merevisi atas dasar try out.
d.    Menyusun kerangka kerja.
e.    Mengemukakan adanya kurikulum baru yang akan didesiminasikan.

6.  Model Hubungan Interpersonal Rogers

Langkah-langkah :

a.    Diadakan kelompok.
b.    Kurang lebih satu minggu, peserta saling tukar pengalaman.
c.    Diadakan pertemuan dengan masyarakat yang luas, dalam satu sekolah.
d.    Diadakan pertemuan dengan anggota yang lebih luas, yaitu pegawai administrasi dan orang tua peserta didik.
7.  Model Action Research yang Sistematis

Langkah-langkah :

a.    Problem proses belajar mengajar di sekolah yang perlu diteliti.
b.    Mencari sebab terjadinya problem dan dicari pemecahannya.
c.    Melaksanakan putusan yang telah diambil

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar